EV ไทยโตต่อเนื่อง ยอดลงทุนแตะ 4.1 พันล้านดอลลาร์ ดันซัพพลายเออร์เข้าโซ่คุณค่าโลก
ไทยกำลังเร่งยกระดับบทบาทจากฐานการผลิตยานยนต์สันดาปสู่ศูนย์กลางรถยนต์ไฟฟ้าในเอเชียตะวันออกเฉียงใต้ หลังคณะกรรมการส่งเสริมการลงทุน (BOI)...
EDC จับมือ EXIM Thailand ปูทางการค้า–การลงทุนแคนาดา–ไทย รับดีมานด์เอเชียแปซิฟิก
Export Development Canada (EDC) และธนาคารเพื่อการส่งออกและนำเข้าแห่งประเทศไทย (EXIM Thailand) ลงนามบันทึกความเข้าใจ (MOU) ในกรุงเทพฯ...
ดีลพันธมิตรนับสิบรายหนุนไฮเออร์ เอนเนอร์จี ขยายอีโคซิสเต็มพลังงานสะอาดในภูมิภาค
การจัดงาน ASEAN Sustainable Energy Week ครั้งที่ 22 (ASEW 2026) ที่กรุงเทพฯ ปิดฉากลงพร้อมการเปิดตัวอย่างเป็นทางการของไฮเออร์ เอนเนอร์จี ในตลาดพลังงานเอเชียตะวันออกเฉียงใต้...
Elementa เปิดลงทะเบียนทดสอบเบต้า ‘Dichotomy’ เกม RPG โลกเปิด Silver Palace ภาคใหญ่สุด
ผู้พัฒนาและผู้จัดจำหน่ายเกมระดับโลก Elementa เปิดแคมเปญรับสมัครผู้เล่นเข้าร่วมทดสอบเบต้าชุดใหม่ในชื่อ “Dichotomy” สำหรับ Silver Palace เกมแฟนตาซีแนวแอ็กชัน RPG...
อมัล คลูนีย์ยอมสละชีวิตส่วนตัว เพื่อใช้ชีวิตคู่กับจอร์จและลูกฝาแฝดอย่างเปิดเผย
อมัล คลูนีย์ ทนายความด้านสิทธิมนุษยชนระดับแถวหน้าของโลก เปิดใจว่าชีวิตของเธอ “ง่ายกว่า” ก่อนแต่งงานกับนักแสดงฮอลลีวูดอย่างจอร์จ คลูนีย์...

Pertamina NRE–PTBA Siapkan Studi Kelayakan Komprehensif Proyek PLTS

05.07.2026


Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat posisinya dalam peta transisi energi nasional melalui kerja sama strategis dengan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area operasional dan lahan pascatambang perusahaan tambang batu bara tersebut. Komitmen itu diformalisasi lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Pusat PTBA, Jakarta, pada Kamis, 2 Juli 2026.

Proyek ini menargetkan pemanfaatan aset eksisting PTBA, khususnya lahan bekas tambang, sebagai lokasi instalasi PLTS skala besar. Pertamina NRE menegaskan kesiapan mengambil peran sentral dalam mengonversi aset nasional tersebut menjadi pusat energi bersih, sejalan dengan program pembangunan PLTS nasional berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang ditargetkan dapat tercapai pada 2029.

Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, menyebut sinergi dan kolaborasi dengan PTBA sebagai langkah strategis untuk mempercepat pengembangan energi hijau sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Ia menekankan bahwa percepatan transisi energi menuntut kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan proyek, tetapi juga kesiapan ekosistem industri dan peningkatan kapasitas nasional dalam memenuhi kebutuhan energi bersih yang terus meningkat.

Sri menambahkan, kerja sama ini diharapkan menghasilkan proyek energi hijau yang berkelanjutan, mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta memperkuat ekosistem industri nasional. Selain itu, proyek PLTS di lahan pascatambang PTBA ini dipandang membuka peluang lebih besar bagi pendanaan hijau yang dapat mengakselerasi pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia.

MoU antara Pertamina NRE dan PTBA dirancang untuk memastikan proyek berjalan secara terukur dan cepat, dengan ruang lingkup kerja sama yang komprehensif. Tahapan yang disepakati dimulai dari identifikasi lokasi potensial di area operasional dan lahan pascatambang, kemudian dilanjutkan dengan studi kelayakan dari aspek teknis dan finansial, sebelum kedua belah pihak melakukan evaluasi model kerja sama yang akan menjadi dasar pengembangan PLTS ke depan.