Elementa เปิดลงทะเบียนทดสอบเบต้า ‘Dichotomy’ เกม RPG โลกเปิด Silver Palace ภาคใหญ่สุด
ผู้พัฒนาและผู้จัดจำหน่ายเกมระดับโลก Elementa เปิดแคมเปญรับสมัครผู้เล่นเข้าร่วมทดสอบเบต้าชุดใหม่ในชื่อ “Dichotomy” สำหรับ Silver Palace เกมแฟนตาซีแนวแอ็กชัน RPG...
EV ไทยโตต่อเนื่อง ยอดลงทุนแตะ 4.1 พันล้านดอลลาร์ ดันซัพพลายเออร์เข้าโซ่คุณค่าโลก
ไทยกำลังเร่งยกระดับบทบาทจากฐานการผลิตยานยนต์สันดาปสู่ศูนย์กลางรถยนต์ไฟฟ้าในเอเชียตะวันออกเฉียงใต้ หลังคณะกรรมการส่งเสริมการลงทุน (BOI)...
เมื่อผู้บริโภคอยากทั้งสตาร์บัคส์และน้ำซุปกระดูก: โอกาสใหม่ของเครื่องดื่มโปรตีน
น้ำซุปกระดูก ซึ่งเคยเป็นสัญลักษณ์ของกระแสไดเอตสายพาลีโอ คีโต และโลว์คาร์บ กำลังปรับภาพลักษณ์ใหม่อย่างรวดเร็ว สู่การเป็นเครื่องดื่มฟังก์ชันนอลที่หลุดพ้นจากกรอบ “ซุปถ้วยร้อน” แบบเดิม ๆ...
SAVE PATTAYA สะท้อนแรงต้านสื่อ ชาวเมืองเรียกร้องรับผิดชอบต่อคำพูด
ชุมชนพัทยารวมตัวจัดแคมเปญ “SAVE PATTAYA” ที่ลานกิจกรรมสีน้ำเงิน ท่าเรือบาลีฮาย เมื่อวันที่ 3 กรกฎาคม เพื่อตอบโต้นำเสนอของรายการโทรทัศน์หนึ่งที่ถูกมองว่าทำให้ภาพลักษณ์เมืองท่องเที่ยวเสียหาย...
EDC จับมือ EXIM Thailand ปูทางการค้า–การลงทุนแคนาดา–ไทย รับดีมานด์เอเชียแปซิฟิก
Export Development Canada (EDC) และธนาคารเพื่อการส่งออกและนำเข้าแห่งประเทศไทย (EXIM Thailand) ลงนามบันทึกความเข้าใจ (MOU) ในกรุงเทพฯ...

Merger dan Likuidasi: Strategi Pertamina Rampingkan 31 Anak Usaha

05.07.2026


PT Pertamina (Persero) merampungkan penataan terhadap 31 entitas bisnis hingga akhir semester I 2026, sebagai bagian dari program streamlining dan transformasi berkelanjutan perusahaan. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyebut langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah dan Danantara, dengan sasaran utama penguatan ketahanan energi nasional, peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, serta penciptaan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

Program penataan tersebut menjadi salah satu prioritas strategis Pertamina untuk memperkuat fokus pada bisnis inti dan membangun daya saing jangka panjang. Perseroan menempuh berbagai aksi korporasi, mulai dari merger, divestasi bisnis noninti, hingga likuidasi entitas nonaktif (dormant) khususnya di sektor hulu migas. Melalui penyederhanaan struktur grup, Pertamina menargetkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, efisien, dan didukung kualitas tata kelola yang lebih baik.

Agung menekankan, meski entitas hulu migas yang dormant tersebut tidak lagi menimbulkan beban biaya operasional maupun remunerasi direksi dan komisaris, Pertamina tetap memilih untuk melikuidasinya guna merapikan struktur Pertamina Group. Penataan ini juga dikaitkan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden No. 7 Tahun 2026 tentang percepatan program penataan BUMN dan/atau anak usaha BUMN, yang mendorong konsolidasi dan penguatan kinerja perusahaan milik negara.

Menurut Agung, program streamlining tidak berhenti pada restrukturisasi entitas semata, melainkan mencakup transformasi organisasi dan peningkatan keunggulan operasional, termasuk penguatan kualitas tata kelola dan pelayanan publik. Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyatakan, dalam menjalankan program ini, perusahaan memastikan seluruh proses dan keputusan mematuhi prinsip tata kelola yang baik. Pertamina juga melibatkan pendampingan penegak hukum dan auditor, serta berkoordinasi dengan Danantara dan serikat pekerja, sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam perampingan struktur grup.